Beranda Berita Motif Pelemparan Rombongan Ziarah Gegara Ganggu Pesilat Lain, Tapi Salah Sasaran

Motif Pelemparan Rombongan Ziarah Gegara Ganggu Pesilat Lain, Tapi Salah Sasaran

6
0

Trenggalek – Kasus pelemparan rombongan peziarah asal Tulungagung terungkap, Kepolisian Resort Trenggalek memeriksa 21 saksi dan telah menetapkan 11 tersangka. Motif pelaku tidak lain ingin mengganggu pesilat lain yang melintas pasca pengesahan warga di daerah Madiun.

“Mereka mau melakukan gangguan kepada rombongan perguruan silat yang punya hajat di luar kota Trenggalek pulangnya. Munculah kejadian itu, namun salah sasaran,” ungkap Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Trenggalek, Inspektur Polisi Satu Agus Salim, Senin 6 Maret 2023.

Ia menerangkan proses penyelidikan bermula mendapat laporan adanya peristiwa, pihaknya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), penyidikan, menyisir TKP, menemukan sekaligus menangkap tangan 7 orang sebagai pelaku.

Dari 7 orang tersebut, Polres Trenggalek selanjutnya mengembangkan dan pelaku menyebut nama menjadi 21 orang. Sehingga mulai dari kemarin kepolisian melakukan pemeriksaan maraton selama 1×24 jam. Dari hasil pemeriksaan dan hasil olah TKP, termasuk dari CCTV hingga penemuan pecahan kaca, batu bata dan batu kali berhasil mengungkap pelaku.

“Dari saksi 21 orang itu, kita tetapkan sebanyak 11 orang. Ada 4 yang masih anak-anak, 3 orang kelas 1 SMK dan 1 orang kelas 2,” ulasnya.

IPTU Agus Salim membeberkan, atas perbuatan pelaku, dikenai pasal Pasal 170 tentang Kejahatan terhadap Ketertiban Umum. Pelaku dikenai hukuman paling lama 7 tahun.

Sementara, korban yang mengalami luka parah ada 2 orang dengan rincian satu sopir dan satu penumpang. Kemarin sempat koma, aka tetapi menurut Ansor Tulungagung kondisi korban lekas pulih.

“Ada dua korban luka parah. Kemarin sempat koma, tetapi sekarang sudah membaik. Satunya oenumpang kemarin sempat menjalani operasi,” ungkap Ketua PC GP Ansor Tulungagung, Mukhamad Sukur.

Pantauan awak media, puluhan GP Ansor Tulungagung mendatangi Polres Trenggalek untuk bersilaturrahmi sekaligus mengawal proses hukum. Sekitar 30 menit audiensi, lantas berkomitmen untuk mengusut tuntas kejadian tersebut supaya tidak terulang kembali.

Artikulli paraprak70 Santri Trenggalek-Tulungagung Dapat Materi Desain hingga Broadcasting

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini